alexametrics
Gadget
Sabtu, 08 Mei 2021

Counterpoint: Pasar HP Samsung Turun di Afrika, Xiaomi Tumbuh Signifikan

Merek seperti TECNO, Itel, dan Infinix justru berjaya di Afrika.

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta
cloud_download Baca offline
Logo Samsung. (Samsung Newsroom)
Logo Samsung. (Samsung Newsroom)

Hitekno.com - Firma riset industri smartphone atau HP pintar, Counterpoint, baru saja merilis total perkembangan pasar HP di China selama 2020. Hasilnya, Samsung lengser dari puncak, dan Xiaomi mencatatkan pertumbuhan luar biasa.

Bukan Xiaomi, Huawei, atau Oppo, namun yang mengalahkan merek Samsung justru TECNO Mobile. Laporan dari NokiaMob, TECNO memang kurang terkenal di sebagian pasar, namun mereka mempunyai merek kuat di Afrika.

Pemain regional Transsion, sebuah produsen smartphone dari China yang mempunyai merek TECNO, Itel, dan Infinix diketahu menguasai pasar HP di Afrika.

Mereka berhasil mendapatkan pangsa pasar 37 persen, meski relatif kurang dikenal atau mempunyai pasar sedikit di luar benua tersebut.

Merek TECNO menggeser Samsung di puncak dengan pangsa pasar 18 persen di tahun 2020. Pasar Samsung sendiri sebanyak 15 persen, turun 3 persen dari 2019.

Pasar HP pintar di Afrika tahun 2020. (Counterpoint)
Pasar HP pintar di Afrika tahun 2020. (Counterpoint)

 

Tiga besar pasar HP pintar di Afrika dihuni oleh TECNO, Samsung, dan Itel. Dikutip dari situs Counterpoint, analis senior mereka juga mencatat bahwa terdapat pertumbuhan signifikan dari Xiaomi.

Meski hanya memperoleh pangsa pasar 4 persen, namun Xiaomi tumbuh dua kali lipat dibandingkan pangsa pasar tahun lalu yang sebesar 2 persen. Xiaomi tercatat mengalami kenaikan pasar yang sangat bagi di beberapa negara termasuk Mesir, Maroko, Nigeria, dan Kenya.

Pasar HP pintar di Afrika didominasi oleh HP murah. (Counterpoint)
Pasar HP pintar di Afrika didominasi oleh HP murah. (Counterpoint)

 

"Melihat keseluruhan tahun, pasar ponsel pintar Afrika mengungguli wilayah lain tetapi tidak kebal terhadap gangguan yang disebabkan oleh pandemi. Kuartal 2 tahun 2020 sangat sulit karena permintaan terpukul ketika sebagian besar negara memasuki lockdown. Pengiriman ponsel cerdas selama kuartal tersebut mengalami penurunan YoY sebesar 27 persen," kata Yang Wang seorang analis senior dari Counterpoint Research.

Hal menarik adalah hampir setengah dari ponsel yang dijual sepanjang 2020 di Afrika merupakan perangkat dengan banderol harga kurang dari 100 dolar AS atau Rp 1,45 juta.

Segmen 100-200 dolar AS (Rp 1,45 juta - Rp 2,9 juta) juga mengambil sekitar 38 persen pangsa pasar yang ada. Dilihat dari statistik tersebut, itu berarti pasar HP pintar di Afrika didominasi perangkat dengan banderol harga terjangkau.

Terkait

Terkini