Kamis, 26 November 2020

Google Hapus 240 Aplikasi Android, Padahal Sudah Diinstal Jutaan Kali

Termasuk pengguna di Indonesia sudah menginstal aplikasi Android yang dihapus ini.

Agung Pratnyawan
cloud_download Baca offline
Ilustrasi Smartphone. (Hitekno.com)
Ilustrasi Smartphone. (Hitekno.com)

Hitekno.com - Google Play Store kembali bersih-bersih aplikasi Android yang melanggar ketentuan. Dengan tegas, ada 240 aplikasi yang dihapus meski sudah diinstal jutaan kali oleh pengguna.

Seperti diwartakan ZDNet pekan ini, 240 aplikasi Android yang dihapus Google tersebut karena dianggap menayangkan iklan di luar konteks dan melanggar ketentuan iklan yang menggangu.

Uniknya ratusan aplikasi ini banyak di-install dan digunakan oleh para pemilik HP Android di Indonesia, demikian diumumkan Google.

Iklan di luar konteks atau iklan di luar aplikasi merupakan iklan di HP yang ditampilkan di luar ruang aplikasi, biasnya berupa popup atau iklan yang menguasai penuh layar gawai.

Sejak Februari 2020, iklan jenis ini sudah dilarang oleh Google. Saat itu, Google menghapus 600 aplikasi karena menayangkan iklan di luar konteksi ini. Meski sudah ditindak tegas, tetapi aplikasi-aplikai ini rupanya masih banyak beredar di Play Store.

Google Play Store [shutterstock]
Google Play Store [shutterstock]

 

Adapun penghapusan 240an aplikasi baru-baru ini merupakan bagian dari operasi White Ops yang digelar Google. Klaster aplikasi baru ini dinamai RainbowMix oleh Google.

Sebagian besar aplikasi berkaitan dengan game, sebagian adalah kloningan aplikasi lain, dan rata-rata mengandung komponen berbahaya yang dikenal sebagai com.timuz.a. Komponen inilah yang bertugas menayangkan iklan-iklan di luar konteks tadi.

Ratusan aplikasi ini diunduh lebih dari 14 juta kali selama 2020 dan aktivitasnya mencapai puncak pada Agustus lalu, ketika mereka menayangkan lebih dari 15 juta impresi iklan per hari.

Aplikasi-aplikasi ini banyak diunduh di Brasil (20,8 persen), Indonesia (19,7 persen), Vietnam (11 persen), Amerika Serikat (7,7 persen), Meksiko (6,2 persen), dan Filipina (5,9 persen).

Itulah kabar 240 aplikasi Android yang telah dihapus Google Play Store meski telah diinstal jutaan kali, bahkan tak sedikit pengguna dari Indonesia memakainya. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Terkait

Terkini