Jum'at, 25 September 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Rabu, 02 September 2020 | 16:15 WIB

Hitekno.com - Lembaga riset industri pasar konsumen, International Data Corporation atau IDC, baru saja merilis laporan terbaru mereka mengenai perkembangan pasar HP global. Cukup mengejutkan, firma riset itu memperkirakan bahwa pasar HP global baru akan pulih di tahun 2022.

Mereka mengungkapkan bahwa pandemi COVID-19 sangat berpengaruh terhadap penurunan pasar secara signifikan di tahun 2020.

Para peneliti memperkirakan bahwa pertumbuhan dapat kembali pada 2021 dengan lonjakan 9 persen dari tahun ke tahun.

Namun, sebagian besar karena pasar yang menyusut signifikan hingga 9,5 persen di tahun 2020. Itu berarti tidak ada pertumbuhan signifikan antara tahun 2020 hingga 2021.

Dikutip dari Android Authority, pasar HP 4G di kelas menengah ke bawah akan memainkan peran penting di tahun 2020. Sebagian besar (hingga 80 persen di pasar negara berkembang), konsumen akan mengincar HP kelas menengah ke bawah.

Perkiraan ASP pasar HP global hingga 2024. (IDC)

 

"Industri seharusnya kembali terbentuk dan mengakhiri stagnasi pada tahun 2020, tetapi itu 'jelas tidak akan terjadi'. Perusahaan memperkirakan pengiriman jatuh 17 persen pada kuartal kedua karena efek pandemi melanda banyak negara," tulis IDC pada keterangan resminya.

Saat ini, IDC memperkirakan pasar smartphone global akan turun 9,5 persen YoY pada tahun 2020 dengan pengiriman 1,2 miliar unit.

Hal tersebut sudah termasuk dari perkiraan mereka di kuartal kedua 2020 yang turun sebesar 17 persen YoY.

Menurut Ryan Reith dari IDC, HP 5G akan mendorong pertumbuhan di tahun-tahun mendatang karena terus menjadi prioritas OEM.

Perkiraan pasar HP 5G global di tahun 2020, China memimpin dengan porsi 67,7 persen. (IDC)

 

Sebagian besar, mereka memangkas biaya pada perangkat 4G karena perusahaan memperkirakan pasar negara maju akan didominasi oleh HP 5G sehingga mereka menyisakan lebih sedikit ruang pada akhir tahun 2020.

IDC memprediksi bahwa di tahun 2023, HP 5G akan mencapai 50 persen dari seluruh pasar HP global.

Firma riset itu mengharapkan rata-rata harga jual global (average selling price atau ASP) HP 5G global akan mencapai 495 dolar AS atau Rp 7,2 juta di tahun tersebut.

BACA SELANJUTNYA

Dukung UMKM Saat Pandemi, GoSend Hadirkan Inovasi Logistik