Sabtu, 05 Desember 2020

Dukung UMKM Saat Pandemi, GoSend Hadirkan Inovasi Logistik

GoSend Intercity Delivery kini juga hadir di Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta
cloud_download Baca offline
Ilustrasi logo GoSend dan layanan GoSend Web Portal. (Gojek)
Ilustrasi logo GoSend dan layanan GoSend Web Portal. (Gojek)

Hitekno.com - Pada hari ini (26/08/2020), Gojek secara resmi mengumumkan pada publik mengenai peluncuran GoSend Web. Pada konferensi pers virtual, mereka juga mengumumkan bahwa jangkauan GoSend Intercity Delivery sudah diperluas.

Salah satu petinggi Gojek menjelaskan bahwa inovasi logistik yang dihadirkan oleh GoSend diharapkan dapat membantu UMKM dalam mengembangkan pasar, terutama di masa pandemi.

GoSend, layanan logistik dalam ekosistem Gojek juga diharapkan dapat membantu UMKM agar menerapkan digitalisasi pada setiap langkah operasional bisnis.

Langkah digitalisasi Gojek yang dimaksud mulai dari pemasaran, pemesanan (pemrosesan order), pembayaran, pengiriman, hingga administrasi.

Junaidi selaku Head of Logistic Gojek mengklaim bahwa peran GoSend sangat membantu UMKM selama pandemi COVID-19.

GoSend Intercity. (Gojek)
GoSend Intercity. (Gojek)

 

Khusus untuk GoSend Intercity Jadetabek - Bandung, sebanyak 70 persen jumlah transaksi adalah pengantaran makanan dan minuman.

Gojek mengklaim bahwa lebih dari 120 ribu UMKM baru telah bergabung (go-online) di ekosistemnya pada saat pandemi.

Saat ini, berdasarkan data internal dari Gojek, sudah ada lebih dari 500 ribu UMKM yang tergabung pada ekosistem perusahaan.

Melanjutkan keberhasilan layanan pengiriman ke/dari luar kota GoSend Intercity Delivery di Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi (Jadetabek) dan Bandung, GoSend kembali berkolaborasi dengan Paxel, startup logistik same-day delivery service, untuk memperluas jangkauan layanan ke Jawa Tengah.

Tarif GoSend intercity. (Zoom)
Tarif GoSend intercity. (Zoom)

 

Dengan ekspansi tersebut, GoSend Intercity Delivery kini juga hadir di Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

"COVID-19 telah memberikan dampak signifikan di hampir setiap lini kehidupan, termasuk gaya hidup masyarakat. Tren belanja secara online pun meningkat di kalangan masyarakat, seiring dengan kebutuhan terhadap layanan pengiriman barang. Perubahan tersebut mendorong kami untuk meluncurkan inovasi agar dapat mengakomodir kebutuhan para pengguna," kata Head of Logistic Gojek, Junaidi.

Mengklaim sebagai yang terdepan dalam memberikan solusi layanan first-mile-last-mile pengiriman barang, GoSend memastikan pengguna GoSend Intercity Delivery menerima barang satu (1) hari setelah pengiriman (next day service) atau maksimal 24 jam.

GoSend Web Portal. (Gojek)
GoSend Web Portal. (Gojek)

 

Senada dengan yang disampaikan oleh Junaidi, COO dan Co-Founder Paxel Zaldy Ilham Masita menyatakan, “Inovasi terus terjadi di era adaptasi kebiasaan baru ini. Hal ini mendorong Paxel untuk terus berkontribusi lebih banyak lagi, tak hanya sekadar memenuhi kebutuhan customer akan jasa pengiriman barang yang aman, cepat, dan terjangkau. Kami ingin membuka lebih banyak lagi peluang bagi UMKM di Indonesia untuk dapat berbisnis dengan lebih mudah.”

Sejalan dengan ekspansi GoSend Intercity Delivery, GoSend juga meluncurkan layanan pemesanan melalui web dengan GoSend Web Portal.

Melalui GoSend Web Portal, pengguna seperti social sellers dapat mengirim barang dengan jumlah banyak sekaligus tanpa perlu khawatir dengan selisih harga (surge price).

Konferensi pers virtual peluncuran GoSend Web Portal . (Zoom)
Konferensi pers virtual peluncuran GoSend Web Portal . (Zoom)

 

Para pengguna pun dapat dengan mudah menginput informasi pengiriman (alamat lengkap dan jenis barang) ke lebih dari satu penerima hanya dengan mengakses GoSend Web Portal di link ini.

Guna memastikan terjaminnya kualitas barang yang terkirim, pengguna GoSend dapat memantau lokasi mitra driver Gojek pada saat proses pengiriman barang melalui fitur live tracking , yang dilengkapi bukti pengantar dan pengiriman.

Para pengguna pun dapat memperoleh perlindungan asuransi hingga Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah) untuk risiko barang rusak dan/atau hilang dalam perjalanan.

UMKM merupakan prioritas dalam memastikan terus berputarnya roda perekonomian.

Gojek mengklaim telah membantu jutaan mitra usaha, yang 95 persennya merupakan UMKM, untuk mengembangkan usaha secara daring melalui berbagai produk dan layanan Gojek, termasuk layanan logistik (GoSend).

Terkait

Terkini