Minggu, 20 September 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Sabtu, 08 Agustus 2020 | 19:00 WIB

Hitekno.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan melarang TikTok awal pekan ini kecuali aplikasi yang berbasis di China tersebut diakuisisi oleh perusahaan AS.

Semakin memanas, pada Kamis (07/08/2020) ia secara resmi mengeluarkan perintah eksekutif untuk melarang penggunaan luas dua aplikasi tersebut.

Donald Trump bahkan menyebutkan mengenai "darurat nasional" dalam perintah eksekutif yang beredar.

Penggunaan aplikasi dari China dianggap mengancam keamanan nasional Amerika Serikat, klaim Trump.

Senat AS dengan suara bulat memilih untuk melarang TikTok milik ByteDance dan menyatakan bahwa semua perangkat pemerintah harus bersih dari aplikasi itu.

Perintah yang beredar berisi mengenai setiap transaksi oleh siapa pun dengan ByteDance atau anak perusahaannya akan dilarang dalam 45 hari.

Ilustrasi TikTok. (Pixabay/konkarampelas)

 

"Penyebaran aplikasi seluler di Amerika Serikat yang dikembangkan dan dimiliki oleh perusahaan-perusahaan di Republik Rakyat China terus mengancam keamanan nasional, kebijakan luar negeri, dan ekonomi Amerika Serikat. Saat ini, tindakan harus diambil untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh satu aplikasi seluler khususnya, TikTok," tulis perintah eksekutif dari Donald Trump.

Surat perintah dari Donald Trump melarang untuk berbisnis dengan pemilik TikTok atau WeChat kepada siapa saja yang ada di bawah wewenang AS.

Jika berjalan lancar dan kebijakan semakin meluas, kemungkinan ini berarti bahwa Apple dan Google tidak lagi dapat mencantumkan TikTok dan WeChat pada toko aplikasi masing-masing.

Itu serupa dengan larangan perusahaan AS yang berurusan dengan Huawei.

Larangan masih terbatas pada aplikasi perpesanan instan untuk WeChat.

Presiden AS, Donald Trump. (Instagram/ @realdonaldtrump)

 

Namun jika diperluas kepada keseluruhan Tencent, maka akan berdampak sangat besar di industri game.

Tencent memiliki Riot Games, pengembang League of Legends dan juga stakeholder utama Epic Games selaku pembuat Fortnite.

Dikutip dari CNet, kekhawatiran pemerintah AS berasal dari data yang dikumpulkan TikTok dan WeChat tentang pengguna mereka di AS.

Selain itu, faktor ketidakmampuan perusahaan China seperti ByteDance dan TenCent untuk menolak permintaan dari Partai Komunis China yang berkuasa untuk mengakses data tersebut juga berpengaruh.

Ilustrasi logi WeChat. (WeChat)

 

TikTok mengecam perintah eksekutif dalam sebuah posting blog resmi yang menuduh pemerintah bertindak dengan itikad buruk.

Perusahaan juga menyarankan akan mengambil tindakan hukum untuk menggugat perintah tersebut.

"Yang kami temui adalah bahwa pemerintah tidak memperhatikan fakta, mendikte ketentuan perjanjian tanpa melalui proses hukum standar, dan mencoba memasukkan dirinya ke dalam negosiasi antara bisnis swasta," kata TikTok dalam blog resmi mereka.

Jika larangan Trump kepada TikTok dan WeChat berakhir "buruk" seperti Huawei, tentunya penggemar AS akan sangat kehilangan aplikasi di Android atau iOS ke depannya.

BACA SELANJUTNYA

Siap Temani PSBB, 3 Indonesia Hadirkan Berbagai Promo di Aplikasi Bima+