Rabu, 28 Oktober 2020
Agung Pratnyawan : Kamis, 06 Agustus 2020 | 07:30 WIB

Hitekno.com - Seorang ayah di Garut, Jawa Barat, nekat mencuri HP atau ponsel agar bisa digunakan anaknya untuk belajar online pada masa pendemi.

Kisah tersebut diceritakan oleh Ahmad Teguh (34), yang merupakan anak dari korban pencurian HP. Ia dan ayahnya sendiri telah memaafkan pelaku.

Teguh, warga Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Rabu (5/8/2020), menceritakan, ponsel pintar sang ayah hilang dicuri beberapa waktu lalu.

Mendapat laporan itu, Teguh lantas berinisiatif melakukan pencarian, melalui aplikasi pelacak ponsel pintar yang juga tertanam di gawai sang ayah.

Ketika melakukan penelusuran berdasarkan aplikasi pelacakan itu, Teguh mengikuti hingga menemukan rumah gubuk reyot.

"Berdasarkan aplikasi pelacak ponsel itu, saya tiba di gubuk reyot. Saya tahu pelaku dan ponsel ayah saya ada di dalam gubuk itu," kata Teguh seperti diberitakan Wartamataram.com--jaringan Suara.com.

Teguh lantas mengetuk rumah itu. Saat pintu dibuka oleh si empu rumah, Teguh melihat di dalamnya tedapat pasangan suami istri dan tiga orang anak kecil.

Ilustrasi smartphone. (Pixabay/Pexels)

 

"Saya lantas melihat salah satu anak mereka sedang belajar secara online memakai ponsel ayah saya yang hilang," kata Teguh.

Melihat hal tersebut, Teguh tidak marah, tapi justru bersedih. Dia lantas mempertanyakan perihal ponsel itu ke lelaki yang merupakan ayah anak tersebut.

Si ayah mengakui mencuri HP tersebut. Teguh dan pelaku lantas pergi menemui ayahnya untuk meminta maaf.

"Saya sebenarnya sebelumnya sudah yakin pencuri ponsel itu tidak berniat mengambil keuntungan. Karena di rumah, dekat ponsel itu ada satu lagi ponsel serta laptop, tapi tak diambil," kata dia.

Perkara itu kekinian berakhir secara damai. Korban tidak melanjutkan kasus itu ke jalur hukum.

Curi toko emas

Kisah serupa juga terjadi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.  Tiga pelajar SMA tertangkap polisi atas percobaan perampokan toko emas di sebuah pasar pada Kamis (30/7/2020).

Mereka mengaku terpaksa merampok demi membeli ponsel untuk belajar online. Para pelajar itu tertangkap oleh kepolisian karena aksinya merampok terekam CCTV toko.

Pemilik toko emas Malika Jaya yang menjadi sasaran perampokan kemudian melaporkannya kepada polisi.

Kepada polisi, para pelajar itu mengaku melakukan tindak kriminal itu karena tuntutan keadaan, salah satunya adalah demi membeli HP.

Nantinya HP tersebut akan digunakan untuk mengikuti belajar online.

"Uang itu mau buat beli HP buat belajar online, saya enggak punya. Belajarnya pinjam HP orang tua," ungkap salah seorang pelaku di Mpolres Kutai Kartanegara, Tenggarong, Kalimantan Timur.

Sementara itu, salah satu pelaku yang juga masih duduk di bangku SMA mengaku nekat ikut dalam aksi perampokan demi bisa melunasi utang orang tuanya.

Ia mengatakan kepada polisi bahwa ayahnya merupakan seorang tahanan kasus narkoba di Lapas Samarinda. Ayahnya juga punya utang Rp 100 juta kepada orang.

Polisi mengungkap bahwa tiga pelajar itu hanyalah anak buah dalam aksi perampokan itu.

Sedangkan otak perampokan adalah seorang pria bernama Muhammad Rizky Yahya yang masih diburu polisi. (Suara.com/ Reza Gunadha).

BACA SELANJUTNYA

Hasil Studi: Benarkah Main Game Bikin Anak Lebih Pemarah?