Selasa, 11 Agustus 2020
Dinar Surya Oktarini : Selasa, 28 Juli 2020 | 15:30 WIB

Hitekno.com - Pada Senin(28/7/2020) Garmin mengakui bahwa pihaknya menjadi korban peretasan pada beberapa waktu lalu. 

Dampak dari peretasan tersebut, beberapa layanan perusahaan, termasuk yang mendukung smartwatch Garmin terganggu. 

Layanan Garmin Connect, yang biasa ditemukan pada jam tangan cerdas serta perangkat wearable lainnya, sudah mulai berfungsi normal sejak Minggu dan Senin.

"Tidak ada indikasi bahwa data pengguna, termasuk informasi pembayaran ari Garmin Pay, telah diakses atau dicuri," terang Garmin dalam siaran persnya.

Garmin Vivosmart 4. (Garmin)

 

"Fungsionalitas dari produk-produk Garmin tidak terganggu, selain kemampuan untuk mengakses servis online. Sistem yang terkendala kini sedang dipulihkan dan ditargetkan rampung dalam beberapa hari ke depan," imbuh Garmin.

Meski demikian Garmin tidak menjelaskan apakah pihaknya akan membayar para peretas agar sistem yang diretas dikembalikan, demikian dicatat The Verge. Garmin juga belum menjelaskan pihak mana yang melakukan peretasan dan apa (atau berapa) tebusan yang mereka minta.

Pekan lalu sejumlah media mengabarakan jika Garmin dserang oleh ransomware baru bernama Wastedlocker yang dioperasikan oleh kelompok peretas bernama Evil Corp. (Suara.com/Liberty Jemadu)

BACA SELANJUTNYA

Resmi Rilis, Harga Samsung Galaxy Watch 3 di Indonesia Capai Rp 6,3 Juta