Selasa, 11 Agustus 2020
Dinar Surya Oktarini : Selasa, 28 Juli 2020 | 14:45 WIB

Hitekno.com - Dilaporkan perusahaan teknologi, Huawei merumahkan karyawan dan memangkas pendapatan di India. 

Hal ini disebut-sebut karena dampak sentimen anti-China menguap hampir di seluruh dunia. 

Ditambah lagi dengan meningkatnya ketegangan antara India dan China dalam beberapa bulan terakhir.

Sebagaimana melansir Telecoms, Selasa (28/7/2020), meskipun tidak secara resmi dikonfirmasi, rumor beredar Huawei memotong ekspektasi pendapatannya sebesar 50 persen untuk 2020. Selain itu, sekitar 60 hingga 70 persen karyawan dirumahkan.

Pengurangan ini juga akan mencakup pekerjaan R&D di negara itu karena prospek komersialnya mulai terlihat lebih ramping di India.

Dengan ketegangan yang meningkat cepat antara kedua Pemerintah, telah disarankan India siap melarang operator telekomunikasi milik negara, BSNL dan MTNL, dari bekerja dengan Huawei, sementara Reliance Jio telah mengatakan, tidak akan bekerja dengan vendor yang terbakar.

Logo Huawei. [Shutterstock]

Tentu saja ada dua pelanggan berat lainnya untuk bekerja di pasar ini, namun pengecualian dari BSNL, MTNL dan Reliance Jio merupakan kerugian besar bagi Huawei.

Operator telekomunikasi milik negara berusaha untuk membangun jaringan 4G, Reliance siap untuk jaringan 5G. (Suara.com/Dyhtia Novianty)

BACA SELANJUTNYA

Serentak di 15 Kota, Huawei Indonesia Berbagi Qurban untuk Negeri