Jum'at, 30 Oktober 2020
Agung Pratnyawan : Senin, 08 Juni 2020 | 13:22 WIB

Hitekno.com - Tahun ini Samsung Electronics telah mengenalkan generasi terbaru jajaran Samsung QLED 8K TV 2020. QLED 8K TV terbaru Q950TS memperkenalkan Infinity Screen, yang memproduksi rasio screen- to-body hingga 99% untuk menciptakan pengalaman menonton yang tak tertandingi.

Ditambah lagi, Q950 merupakan TV pertama di industri yang menghadirkan audio surround-sound, resolusi nyata 8K dalam wujud ultra tipis yang menawan.

Sebuah unggulan terbaru untuk memaksimalkan bekerja, belajar dan menikmati hiburan di rumah yang mengombinasikan desain premium, kualitas gambar elegan, AI dan pengalaman suara terbaik Berbicara mengenai desain TV, umumnya dikatakan bahwa lebih sulit untuk mengurangi daripada menambahkan hal baru.

(Dari kiri ke kanan) Jang-ho Kim, Hyun-joong Chae, Jae-wook Yoo and Hokwon Peter Song dari Visual Display Business, Samsung Electronics. Kim dan Yoo adalah anggota grup product design, sementara Chae dan Song adalah anggota grup teknisi R&D. [dok. Samsung]

 

Samsung QLED 8K TV 2020 menyematkan sebuah desain yang menghilangkan semua elemen yang tidak perlu, dan pada saat yang sama menawarkan pengalaman menonton dan mendengarkan terbaik dan sungguh imersif.

Setelah melalui proses yang panjang, para desainer dan developer di Samsung bekerjasama memproduksi Infinity Screen yang belum pernah ada sebelumnya, yang memanfaatkan 99% area pada layar dan hadir dengan ketebalan 15mm yang sangat ramping.

Bezel Diminimalkan, Immersion Dimaksimalkan

Samsung QLED 8K TV 2020. (Samsung)

 

Sejak diperkenalkan ke pasar pada tahun 2018, Samsung QLED 8K TV menawarkan resolusi tampilan terbaik yang tersedia serta didukung oleh teknologi AI, HDR10+ dan 100% color volume.

Bagi mereka yang bekerja memproduksi Samsung QLED 8K TV 2020, keunggulan ini selalu diutamakan. Untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih mendalam pada seri TV ini, bezel layar dan matriks hitamnya - garis batas hitam di tepi layar - harus diminimalkan.

"Fokus konsumen idealnya hanya tertuju pada menonton dan mendengarkan ketika menikmati konten di TV mereka," ujar Jang-ho Kim.

"Untuk mencapai ini, kami menerapkan desain yang mengurangi bezel dan matriks hitam ke tingkat yang nyaris tak terlihat. Melalu banyak uji coba, termasuk mengurangi matriks hitam per 0,1mm setiap kali percobaan, kami menemukan nilai optimal untuk layar ini, yaitu 0,8mm untuk bezel dan 0,9mm untuk matriks hitamnya. "

Setelah melalui banyak proses, desain yang ideal telah dipilih. Namun masih ada tantangan ketika mewujudkan desain ini menjadi produk untuk pasar.

Mengingat jumlah bagian yang membentuk matriks hitam pada layar, tim perlu menemukan cara yang efisien untuk memasukkan semuanya ke ruang terbatas seluas total 0,9mm.

"Dengan mempertimbangkan ketebalan rata-rata kuku manusia adalah antara 0,6 - 0,7mm, ruang yang harus kita mampukan untuk memuat semua komponen yang diperlukan hanya sedikit lebih tebal dari kuku," kata Hyun-joong Chae.

"Kami harus meningkatkan tingkat presisi pada tahap perakitan produk, yang kami capai dengan memproduksi instrumen dan peralatan khusus, serta cell yang memiliki bingkai tipis yang memadai."

Tim ini membuat bezel yang dikhususkan untuk layar unik ini dengan mengubah material yang digunakan dalam produksi.

Sebelumnya, bahan utama untuk produk tersebut adalah aluminium, tetapi untuk produk ini, stainless steel disebar pada lapisan tertipis yang mungkin dibuat, dengan menggunakan metode khusus guna meningkatkan daya tahannya.

"Dengan mengurangi area bezel dan matriks hitam, layar yang tercipta menempati 99% dari sisi depan produk," kata Jae-wook Yoo. "Fitur Ambient Mode TV, yang menampilkan foto dan video pengguna ketika TV dalam posisi off/dimatikan, juga berkontribusi untuk meniadakan batas antara layar TV dan ruang dimana TV ditempatkan."

Desain Belakang Rata agar Menempel Mulus

Samsung QLED 8K TV 2020. (Samsung)

 

Selain berinovasi di sisi depan perangkat, tim juga menghilangkan elemen yang tidak diperlukan dari sisi belakangnya.

Tidak seperti bagian belakang TV konvensional yang tipis di kedua ujungnya tetapi menjadi lebih tebal di bagian tengah perangkat, Samsung QLED 8K TV 2020 menerapkan desain belakang datar yang memiliki ketebalan konsisten pada 15mm.

"Ketika TV ditempel di dinding, desain sisi belakang yang tidak merata dapat menghasilkan bayangan besar jika ada jarak yang besar antara dinding dan TV," jelas Yoo.

"Desain belakang yang datar memungkinkan kami untuk mengurangi jarak dan bayangan yang dihasilkan secara nyata.";

Tentu saja, desain sisi belakang yang lebih ramping ini menimbulkan pengurangan ruang untuk memuat semua bagian dan komponen TV.

Karenanya, komponen-komponen ini, termasuk output port, prosesor, circuit board, speaker, dan penutupnya, harus dikecilkan agar muat ke dalam ruang yang mengecil ini.

"Sebelumnya penutup belakang memiliki ketebalan 2,7mm, tetapi dengan menggunakan metode khusus, kami berhasil mengurangi ketebalannya menjadi 0,8mm untuk QLED 8K TV 2020" kata Hokwon Peter Song.

Samsung QLED 8K TV 2020. (Samsung)

 

"Untuk melakukannya, kami menghabiskan banyak waktu bekerjasama dengan pabrik dan para ahli eksternal dalam berbagai bidang untuk mengembangkan metode khusus ini."

Dudukan TV yang Kuat dalam Kesederhanaannya Stand/Dudukan TV konvensional biasanya menerapkan desain yang menonjol. Namun, dudukan Samsung QLED 8K TV 2020 berbentuk kecil dan sederhana agar lebih menonjolkan layar.

Selain itu, memahami bahwa setiap pengguna memiliki gaya yang berbeda untuk menempatkan TV mereka, tim memutuskan bahwa desain sederhana lebih cocok untuk kebutuhan semua orang.

"Dudukan layar yang kami rancang memiringkan layar TV ke belakang sekitar 3,5 derajat," jelas
Kim.

"Kami menghitung sudut khusus ini untuk memastikan bahwa pengguna akan dapat menikmati menonton TV yang benar-benar imersif dan nyaman, serta sudutnya juga menonjolkan desain ramping TV dengan ketebalan 15mm."

Samsung QLED 8K TV 2020. (Samsung)

 

Samsung QLED 8K TV 2020 mendapatkan beberapa ulasan yang baik dari media dan industri tidak hanya karena kualitas layar dan teknologi suara yang canggih, tetapi juga atas upaya bersama yang telah dilakukan oleh tim dalam mendobrak batas-batas desain konvensional.

"Di masa depan, layar TV akan terus bertumbuh dalam ukuran dan menawarkan pengalaman menonton yang lebih baik," kata Yoo.

"Tugas kami adalah memastikan desain produk sepenuhnya mendukung dan melengkapi fitur dan kinerja produk masa depan ini. Kami akan terus bekerja keras untuk menciptakan produk yang memberikan pengalaman menonton TV yang berkualitas tinggi bagi pengguna."

BACA SELANJUTNYA

NFC dan Baterai 7.000 mAh, Ini Harga Samsung Galaxy M51 di Indonesia