Senin, 01 Juni 2020
Dinar Surya Oktarini : Senin, 18 Mei 2020 | 15:00 WIB

Hitekno.com - Kabar beredar jika Samsung akan mengenalkan Galaxy Fold versi murah di bulan Juli mendatang. Rumor ini diungkap seorang leaker terkenal yang mencuitkan mengenai Samsung Galaxy Fold Lite. 

"Saya punya beberapa info tentang Galaxy Fold Lite," cuit Max Weinbach dilansir laman The Sun, Senin (18/5/2020).

Kabarnya, ponsel lipat baru ini diklaim akan menjadi ponsel 4G dengan penyimpanan 256GB. Dia juga mengatakan itu akan terdiri dari campuran bagian-bagian baru dan lama.

Weinbach sebelumnya memasok rumor awal tentang Galaxy Fold baru senilai 1.100 dolar AS atau sekitar Rp 16,35 juta yang disebut Galaxy Fold e.

Tweet lainnya, baru-baru ini dia menebak nama ponsel lipat baru ini bernama Samsung Galaxy Fold Lite.

Salah satu perubahan terbesar dari Fold sebelumnya adalah ponsel yang dikabarkan ini tidak akan mendukung 5G, meskipun berpotensi ditenagai oleh chipset Snapdragon 865.

Perubahan lain yang diperkirakan adalah bahwa ponsel akan memiliki layar luar Galaxy Z Flip yang lebih kecil.

Galaxy Fold pendahulu, terkenal dengan layar plastik fleksibelnya yang sering mengalami bermasalah.

Versi Lite diharapkan memiliki layar bagian dalam yang serupa, meskipun perbaikan telah dilakukan sejak masalah asli terjadi.

Beberapa orang menyarankan Galaxy Fold 2 yang lebih murah, akan menjadi cara Samsung menggunakan bagian lama sebelum rilis Galaxy Fold 2.

Ponsel ini diperkirakan akan dirilis akhir tahun ini karena perangkat yang dapat dilipat baru diisyaratkan dalam laporan pendapatan kuartalan perusahaan.

Samsung Galaxy Fold. (Samsung)

 

Rumor lain menunjukkan bahwa Galaxy Fold yang lebih murah akan keluar pada Juli mendatang, akan disebut 'Galaxy Fold Special Edition'.

Hal ini menurut CEO Konsultan Rantai Suplai Tampilan Ross Young yang dilaporkan mendukung teori 'menggunakan bagian lama'.

Dalam berita lain, ponsel Huawei tidak akan mendapatkan aplikasi Google apa pun hingga Mei 2021 karena Trump memperpanjang larangan.

Jutaan orang lanjut usia merasa 'terputus' karena kurangnya pengetahuan teknologi. Dan, Google telah menghapus ratusan aplikasi yang diduga digunakan untuk membuntuti dan melecehkan orang.(Suara.com/Dythia Novianty)