Senin, 01 Juni 2020
Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia : Rabu, 01 April 2020 | 16:30 WIB

Hitekno.com - Menyambut baik niatan Google untuk balikan dengan Huawei, bos Huawei belum lama ini menyampaikan keinginannya untuk kembali menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Amerika Serikat, Google.

Seperti yang diketahui, pada Mei 2019 lalu Huawei resmi masuk dalam daftar hitam perdagangan Amerika Serikat. Alhasil, perusahaan asal China ini tidak dapat menggunakan berbagai teknologi asal negara Paman Sam ini, termasuk Google.

Sudah move on dengan menciptakan sistem operasinya sendiri yaitu HongMeng, diam-diam bos Huawei rupanya ingin agar perusahaannya bisa kembali bekerja dengan topangan Google.

Melansir dari CNBC, Rotating Chariman Huawei, Eric Xu menyampaikan keinginan Huawei untuk kembali bekerja bersama Google.

Hal ini karena Huawei membutuhkan layanan Google di toko aplikasi buatannya yaitu AppGalery. Sebelumnya, Huawei membuat AppGalery karena tidak lagi dapat mengakses Google Play Store.

Logo Google. (Instagram/google)

 

''Kami berharap agar layanan Google dapat ada di AppGalery kami, sama halnya dengan kehadiran Google di App Store Apple,'' ujar Eric Xu dikutip dari CNBC.

Sedikit kembali pada Mei 2019 lalu, resmi masuk ke daftar hitam perdagangan, Huawei lalu tidak lagi bisa mencicipi sistem operasi Android beserta berbagai produk Google lainnya.

Di pasar China, kehadiran perangkat tanpa dukungan Google memang tidak menjadi masalah. Namun, di pasar global, perangkat tanpa dukungan Google tentu menjadi masalah kecil.

Logo Huawei. (Huawei)

 

Semenjak saat itu, produk-produk perusahaan asal China ini tidak lagi bisa mengakses YouTube, Google, Gmail, hingga Google Maps. Berinovasi, Huawei lalu membentuk sistem operasinya sendiri dengan membuat HongMeng.

Beberapa produk Huawei seperti Huawei Mate 30 dan Huawei P40 lalu rilis tanpa dukungan Google dan sistem operasi Android.

Dianggap baik-baik saja usai ditinggal Google, Huawei rupanya mulai tertarik untuk kembali bekerja sama dengan produk asal Amerika Serikat ini. Sayangnya, masih belum diketahui hasil akhir dari kesepakatan yang dibangun ini.

BACA SELANJUTNYA

Jangan Gunakan Gambar Ini untuk Wallpaper, Bisa Membahayakan HP Android