Jum'at, 25 September 2020
Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia : Kamis, 26 Maret 2020 | 12:15 WIB

Hitekno.com - Resmi menjadi pandemi global, berbagai penelitian dilakukan untuk memahami virus corona atau COVID-19 ini. Penelitian terbaru yang dilakukan para ilmuwan sukses mengungkap kondisi paru-paru pasien corona dengan menggunakan teknologi VR super canggih.

Seperti yang diketahui, pasien corona biasanya mengalami kesulitan bernapas yang kemudian menyebabkan pneumonia atau radang paru-paru yang cukup akut. Pada pasien corona, paru-paru menjadi salah satu target utama penyerangan yang dilakukan virus ini.

Melansir dari ABC News, seorang ilmuwan dan Chief of Thoracic Surgery di George Washington University Hospital, Keith Mortman mengungkap hasil penelitiannya yang berhasil melakukan pemindaian kondisi paru-paru pasien corona.

Pemindaian dengan teknologi VR bernama CAT atau Computer Aided Tomography ini memperlihatkan kondisi kesehatan paru-paru pasien corona. Hasil pemindaian ini berupa CT scan yang berguna sebagai data untuk membuat render tampilan VR.

Bahan penelitian ini adalah seorang pasien yang sebelumnya mengalami gejala seperti demam dan batuk sebelum kemudian dinyatakan positif corona.

Kondisi paru-paru pasien corona. (youtube/Aalap Herur Raman)

 

Berusia 50 tahun, pasien pria yang mengalami gejala pernapasan ini kini telah diinkubasi dengan ventilator dan bersedia untuk menjadi bahan penelitian ini.

Mengejutkan, usai dilakukan pemindaian, terungkap bahwa kondisi paru-paru pasien ini cukup mengalami kerusakan yang luas di kedua bagiannya.

Kondisi ini jelas sangat berbeda dengan penyakit pneumonia pada umumnya yang hanya merusak satu bagan kecil paru-paru.

Dari hasil pemindaian tersebut nampak bagian paru-paru yang normal yang ditandai dengan warna biru. Sedangkan bagian berwarna kuning merupakan tanda pada paru-paru bahwa virus corona telah menggerogoti kondisi paru-paru tersebut.

Warna kuning tersebut menunjukan peradangan di paru-paru yang membuat pasien corona kemudian mengalami kesulitan bernafas dan membutuhkan ventilator.

Keith Mortman menjelaskan bahwa kondisi paru-paru akibat virus corona ini perlu dianggap serius mengingat sudah banyak korban jiwa dari penyakit tersebut.

Menjadi penemuan baru, pemanfaatan teknologi VR dalam masa-masa wabah virus corona ini diharapkan ke depannya dapat membantu memberikan pemahaman lain mengenai virus yang menjadi pandemi global ini.

BACA SELANJUTNYA

Sharp Kenalkan Teknologi Plasmacluster, Diklaim Bisa Bantu Bunuh Virus