Rabu, 25 November 2020

Pasar Smartphone Indonesia 2020 Diprediksi Tumbuh 9 Persen, Ini Kata Analis

Meski terjadi pertumbuhan positif, merek lokal tetap susah menyaingi smartphone China.

Agung Pratnyawan
cloud_download Baca offline
Smartphone Murah Rp 2 jutaan. (HiTekno.com)
Smartphone Murah Rp 2 jutaan. (HiTekno.com)

Hitekno.com - Bagaimana pertumbuhan pasar smartphone Indonesia 2020 ini? Ternyata para analis memprediksi terjadi pertumbuhan yang positif.

Bahkan menurut analis dari Firma riset pasar produk teknologi IDC Indonesia, pertumbuhan pasar smartphone Indonesia akan tumbuh signifikan sampai 9 persen pada 2020.

Risky Febrian, Market Analyst IDC Indonesia, mengatakan pemicu utama naiknya pasar smartphone Indonesia 2020 adalah aturan IMEI yang rencananya akan diimplementasikan pada 20 April mendatang.

Aturan IMEI tersebut akan mencegah masuknya smartphone BM atau black market ke Tanah Air.

"Tahun depan, pasar smartphone Indonesia akan tetap dinamis dengan growth Year on Year 8-9 persen, dibandingkan tahun ini. Aturan IMEI akan menekan laju peredaran smartphone BM yang pada akhirnya turut mendongkrak penjualan ponsel secara keseluruhan," ujar Risky kepada Suara.com baru-baru ini.

Aturan IMEI juga akan memutus pasokan smartphone Xiaomi BM atau yang masuk ke Indonesia via jalur ilegal. Faktor ini akan turut meningkatkan penjualan smartphone di Indonesia pada 2020.

"Untuk meminimalisir reseller tidak resmi yang menjual kembali produk kami, mulai 16 Desember 2019, kami meminta pengertian dari pelanggan kami untuk melakuakan aktivasi smartphone di Authorized Mi Store," terang Alvin Tse, Country Director Xiaomi Indonesia.

Alvin Tse, Country Director of Xiaomi Indonesia memperlihatkan produk Redmi 8. (Xiaomi)
Alvin Tse, Country Director of Xiaomi Indonesia memperlihatkan produk Redmi 8. (Xiaomi)

 

Berdasarkan penelusuran Suara.com, smartphone Xiaomi memang tercatat sebagai merek smartphone yang banyak dijual di pusat elektronik ITC Roxy Mas Jakarta.

"Xiaomi akan mempengaruhi trafik penjualan smartphone tahun depan. Apalagi, pimpinan mereka sudah menerbitkan surat terbuka. Ini bagus untuk menyehatkan industri ini," lanjut Risky.

Pertarungan 4 rekan senegara: Oppo, Vivo, Xiaomi, dan Realme

Xiaomi, Oppo, dan Vivo kompak lawan Apple AirDrop. (HiTekno.com)
Xiaomi, Oppo, dan Vivo kompak lawan Apple. (HiTekno.com)

 

Bicara apa yang akan terjadi di industri dan pasar smartphone Indonesia tahun 2020, Risky meyakini bahwa smartphone China masih akan mendominasi.

"Untuk perkiraan ranking (penjualan smartphone), sangat dinamis sekali. Oppo, Vivo, Xiaomi masih memiliki tempat di situ. Apalagi, mereka berani memangkas jeda waktu peluncuran global dan secepatnya membawanya ke Indonesia. Mereka juga berani membawa spek tinggi dengan harga murah," lanjut Risky.

Di sisi lain, Realme pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena jika submerek Oppo itu masih konsisten untuk bermain di kelas entry level, kata Risky, itu akan menguatkan bisnis mereka di Tanah Air.

"Realme berani membawa banyak produk di semua segmen pasar, dengan harga yang terjangkau. Itu modal besar untuk berkompetisi di Indonesia," lanjut dia.

Sementara itu, tekanan smartphone China juga kian menghimpit Advan, satu-satunya smartphone lokal yang masih berkompetisi di industri ini.

Advan G3 Pro. (Istimewa)
Advan G3 Pro. (Istimewa)

 

"Smartphone lokal semakin tertekan jika mereka tidak berinovasi. Berat memang. Tapi kalau masih ingin berkompetisi, jangan cuma menawarkan harga murah saja. Harus ada ekosistem pendukung, seperti wearable," pungkasnya.

Itulah prediksi analis pada pertumbuhan pasar smartphone Indonesia 2020 yang nampak positif. (Suara.com/ Tivan Rahmat).

Terkait

Terkini