Sabtu, 14 Desember 2019

Red Hat dan NVIDIA Hadirkan RAN 5G, Apa Itu?

Dengan RAN 5G, perusahaan telekomunikasi dapat menghadirkan layanan baru dari AI hingga gaming lebih luas.

Agung Pratnyawan
Logo NVIDIA dan Red Hat OpenShift. (Red Hat)
Logo NVIDIA dan Red Hat OpenShift. (Red Hat)

Hitekno.com - NVIDIA dan Red Hat, penyedia solusi open source mengumumkan bahwa mereka memperluas aliansi kedua perusahaan dalam infrastruktur infrastruktur wireless 5G.

Kedua perusahaan ini menghadirkan infrastruktur wireless 5G software-defined berkinerja tinggi, yang dijalankan dengan Red Hat OpenShift, bagi industri telekomunikasi.

Kolaborasi tersebut, yang diungkapkan oleh Founder dan CEO NVIDIA Jensen Huang dalam sesi keynote di MWC Los Angeles, dapat membantu perusahaan telekomunikasi dalam bertransisi ke jaringan 5G yang mampu menjalankan berbagai beban kerja edge software-defined.

Kerja sama ini di awal akan berfokus pada radio access network (RAN) 5G, yang bertujuan untuk membuat aplikasi yang didukung AI agar lebih mudah diakses di titik edge industri telekomunikasi.

Red Hat dan NVIDIA mengembangkan apa yang mereka umumkan awal tahun ini bahwa mereka tengah mempercepat adopsi Kubernetes di pusat data enterprise.

Kolaborasi mereka yang diperluas ini memungkinkan pelanggan untuk menggunakan platform NVIDIA EGX dan Red Hat OpenShift untuk lebih mudah menerapkan GPU NVIDIA guna mempercepat AI, ilmu data, dan pembelajaran mesin di edge.

Elemen penting yang memungkinkan penyedia 5G untuk berpindah dari ASIC yang dibangun secara khusus ke infrastruktur cloud-native adalah NVIDIA Aerial.

NVIDIA EGX Stack. (NVIDIA)
NVIDIA EGX Stack. (NVIDIA)

 

Kit pengembang software ini, juga diumumkan hari ini, memungkinkan penyedia layanan untuk membangun dan menghadirkan RAN wireless 5G software-defined berperforma tinggi dengan menghadirkan dua kemajuan penting.

Yaitu jalur data latensi rendah langsung dari kartu antarmuka jaringan Mellanox ke memori GPU, serta mesin pemrosesan sinyal lapisan fisik 5G yang menyimpan semua data dalam memori berkinerja tinggi dari GPU.

"Industri ini tengah mengembangkan 5G secara signifikan dan revolusi ‘smart everything’ telah dimulai. Pada waktunya, triliunan sensor dan perangkat akan tersebar di seluruh dunia untuk memungkinkan aplikasi dan layanan baru," tutur Huang.

"Kami bekerja sama dengan Red Hat untuk membangun infrastruktur komputasi GPU cloud-native berperforma tinggi dan sangat skalabel untuk dunia 5G yang baru ini. Didukung oleh platform komputasi edge NVIDIA EGX, gelombang aplikasi baru akan muncul, seperti halnya dengan revolusi smartphone." imbuhnya.

Red Hat OpenShift. (Red Hat)
Red Hat OpenShift. (Red Hat)

 

Red Hat OpenShift menyediakan Kubernetes siap produksi tingkat enterprise untuk mengelola dan mengotomatisasi RAN 5G Aerial, fungsi jaringan container, dan layanan edge baru lainnya.

Hal ini membantu perusahaan telekomunikasi dalam menyebarkan dan mengelola infrastruktur modern sesuai skala yang dibutuhkan.

"Generasi berikutnya dari jaringan mobile tidak akan ditentukan oleh solusi proprietary yang tidak fleksibel, namun akan dibangun berbasis teknologi cloud-native terbuka," ujar Jim Whitehurst, President dan CEO Red Hat.

"Sebagai pemimpin dalam membangun infrastruktur telekomunikasi yang inovatif dan terbuka, kami melihat keuntungan luar biasa dalam menjalankan software standar di edge telco, yang membantu memungkinkan berbagai beban kerja baru melalui layanan yang skalabel dan dinamis." lanjutnya.

Dengan menjalankan RAN 5G pada platform cloud-native, perusahaan telekomunikasi dapat menggunakan sepenuhnya investasi jaringan mereka dan menghadirkan layanan-layanan baru, seperti AI, AR, VR, dan gaming, ke pasar secara luas.

Terkait

Terkini