Jum'at, 06 Desember 2019

Meski Kena Banned AS, Huawei Malah Beri Bonus Rp 4 Triliun ke Karyawan

Bonus yang diberikan Huawei ini ditujukan pada tim research and development Huawei.

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia
Logo Huawei. (Huawei)
Logo Huawei. (Huawei)

Hitekno.com - Usai diban dan masuk dalam daftar hitam Amerika Serikat (AS), Huawei rupanya tidak terpuruk. Beberapa produknya tetap dirilis sesuai waktu.

Bahkan teknologi perusahaan asal China ini sudah menyiapkan bonus karyawan hingga Rp 4 triliun.

Bonus karyawan dengan angka fantastis ini ditujukan untuk staf yang sudah berusaha membantu perusahaan mengatasi sanksi blacklist dari Amerika.

Dilansir dari Vulcanpost, bonus dari Huawei ini diberikan sebagai ucapan terima kasih kepada staf yang telah berusaha mencari alternatif jeroan perangkat Huawei usai ditinggal Google dan Android.

Keputusan Google dan Android meninggalkan Huawei karena tekanan AS ini tentu saja mengganggu bisnis perusahaan asal China ini.

Sempat kocar-kacir, Huawei rupanya tidak membutuhkan waktu lama untuk move on dan mempersiapkan chipset dari perusahaannya.

Diduga, bonus karyawan yang diberikan Huawei ini ditujukan pada tim research and development Huawei yang selama beberapa bulan terakhir ini sudah berusaha sekuat tenaga mencari alternatif supply chain dari Amerika.

Logo Huawei. (Huawei)
Logo Huawei. (Huawei)

 

Nantinya, bonus karyawan ini akan diberikan pada 190.000 karyawan. Bonus tersebut termasuk melipatgandakan pembayaran gaji bulanan.

Huawei rupanya merasa sangat terbantu dengan usaha keras stafnya demi menemukan alternatif supply chain dari AS tersebut.

Sebelumnya, AS sempat menuding Huawei sebagai salah satu perangkat asal China yang mungkin saja digunakan untuk memata-matai negara lain.

Ketakutan akan risiko keamanan nasional membuat nama Huawei lalu masuk dalam daftar hitam Amerika. Alhasil beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan Huawei seperti Google, memutuskan untuk melepaskan perangkat tersebut.

Kena banned AS, rupanya pesona Huawei tidak berakhir. Penjualan perangkat ini bahkan meningkat dan menempati smartphone dengan produksi terbesar nomor 2 di dunia.

Terkait

Terkini