Kamis, 12 Desember 2019

Hadapi Tekanan AS, Huawei Kucurkan Rp 4 Triliun untuk Bonus Karyawan

Bonus ini diberikan setelah Huawei mampu membuktikan laju positif meski ditekan oleh AS.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
Logo Huawei. (Huawei)
Logo Huawei. (Huawei)

Hitekno.com - Meski menghadapi tekanan dari Amerika Serikat, Huawei dapat bangkit di tahun 2019 yang cukup sulit ini. Sebagai apresiasi, perusahaan membagikan 286 juta dolar AS atau Rp 4 triliun sebagai bonus tambahan kepada seluruh karyawannya.

Sebaga tanda terima kasih kepada karyawan yang bekerja keras, Huawei siap memberikan 286 juta dolar AS atau Rp 4 triliun kepada 190 ribu staf mereka di seluruh dunia.

Itu berarti ratusan ribu karyawan Huawei yang tersebar di 170 negara akan menerima bonus sesuai jabatan mereka.

Menurut memo internal perusahaan yang bocor, semua karyawan Huawei yang aktif dengan peringkat kinerja di atas C dan tidak ada pelanggaran keamanan akan menerima bonus.

Pada memo tersebut disebutkan bahwa karyawan Huawei akan menerima bonus dengan besaran yang sama pada gaji pokok bulan Oktober 2019.

Pertumbuhan pasar smartphone global kuartal tiga 2019. (Canalys)
Pertumbuhan pasar smartphone global kuartal tiga 2019. (Canalys)

 

Meski masuk dalam daftar hitam oleh pemerintah AS, Huawei masih bisa bertahan menjadi smartphone dengan pengiriman terbanyak kedua di dunia.

Pertumbuhan tahunan Huawei juga cukup tinggi yaitu sebesar 28 persen.

Pada Juni 2019, perusahaan juga menyampaikan kabar gembira ketika mengumumkan bahwa penjualan Huawei P30 series mereka telah melampaui 10 juta unit.

Saat itu, Huawei ditekan habis-habisan oleh AS setelah kerja sama Huawei dengan Google, Microsoft, dan Facebook juga ditarik.

Meski tertekan, masih akan ada titik terang dari Huawei terkait kasus pelarangan oleh pemerintah AS.

Dua varian warna baru Huawei P30 Pro. (Huawei)
Dua varian warna baru Huawei P30 Pro. (Huawei)

 

Dilansir dari GSM Arena, dalam beberapa waktu ke depan, Departemen Perdagangan AS diharapkan mengeluarkan lisensi perdagangan khusus untuk banyak perusahaan teknologi AS yang ingin melanjutkan hubungan bisnis mereka dengan Huawei.

Langkah tersebut akan menjadi kalimat "selamat datang" untuk Huawei di pasar global.

Namun masih harus dilihat apakah pemain kunci seperti Google akan diberikan otorisasi oleh pemerintah Amerika Serikat.

Membuktikan laju positif meski ditekan oleh Amerika Serikat, bonus dari Huawei kepada karyawan mereka secara global termasuk sebuah prestasi yang patut diacungi jempol.

Terkait

Terkini