Jum'at, 18 Oktober 2019

Aplikasi Own It Menggunakan Keyboard Khusus untuk Deteksi Cyberbullying

Fitur tersebut digunakan pembelajaran mesin untuk mengenali bahasa yang mungkin akan mendeteksi anak dalam masalah.

Dinar Surya Oktarini
cover_caption
Ilustrasi smartphone. (unsplash/Tirza van Dijk)

Hitekno.com - Aplikasi BBC yang terbaru bernama ''Own It'' yang baru saja dirilis di Inggris memungkinkan pengguna untuk menyimpan catatan harian tentang emosi mereka, memberi kesempatan pengguna untuk merekam perasaan dan alasan mereka.

Menariknya, aplikasi ini dilengkapi dengan fitur keyboard khusus yang berfungsi di semua aplikasi pada smartphone.

Fitur tersebut digunakan pembelajaran mesin untuk mengenali bahasa yang mungkin akan mendeteksi anak dalam masalah.

Dilansir dari laman Mirror, jika perilaku pengguna mulai menyimpang di luar norma, aplikasi akan merespons dengan menawarkan bantuan dan saran untuk pengguna.

Saran tersebut akan mendorong mereka untuk berbicara dengan orang dewasa yang terpercaya.

Misalkan, apabila seorang anak mengetik sesuatu yang mungkin mengecewakan orang yang menerimannya, aplikasi mendorong mereka untuk mempertimbangkan bagaimana hal itu dapat dirasakan oleh orang lain.

Ilustrasi bullying. (Pixabay/Anemone123)
Ilustrasi bullying. (Pixabay/Anemone123)

 

Hal ini merupakan mencegah cyberbulling dengan menintervensi sejak dini dan membekali anak-anak dengan keterampilan yang mereka butuhkan.

Keyboard khusus ini juga dapat mendeteksi ketika seorang anak memasukkan detail pribadi dan mengingatkan mereka untuk berpikir dua kali apakah aman untuk melakukannya sebelum dibagikan.

Alice Webb selaku direktur BBC Children's and Education ''Kami menggunakan teknologi pembelajaran mesin mutakhir dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya dengan memberika bantuan, dukungan dan sedikit kesenangan langsung ke tangan anak muda pada saat mereka membutuhkannya''.

Aplikasi ''Own It'' ini pertama kali diumumkan tahun lalu dengan mendapatkan dukungan dari Duke dan Duchess of Cambridge dan termasuk masukan dari organisasi raksasa teknologi Apple dan Google serta Barnardo, Internet Matters dan NSPCC.

Terkait

Terkini