Jum'at, 06 Desember 2019

Tak Peduli Tekanan AS, Huawei Kebanjiran Kontrak Jaringan 5G

Lebih dari 50 negara percaya jaringan 5G Huawei, 28 di antaranya dari Eropa.

Agung Pratnyawan
Ilustrasi tower jaringan seluler. (Pixabay)
Ilustrasi tower jaringan seluler. (Pixabay)

Hitekno.com - Drama pemerintah Amerika Serikat (AS) - Huawei memang sempat melemahkan perusahaan asal China ini. Namun Huawei malah kebanjiran permintaan jaringan 5G.

Beberapa operator seluler dari berbagai negara ternyata masih percaya pada Huawei sebagai penyedia perangkat dan infrastruktur jaringan 5G.

Pemerintah AS sendiri sempat memberikan tekanan kepada negara-negara lain untuk menghindari Huawei dalam jaringan 5G dengan alasan keamanan.

Negara-negara seperti Australia, Selandia Baru, dan Jepang pun sepakat untuk ikutan pemerintah AS dalam membanned produk jaringan dari Huawei.

Namun negara-negara lain nampak tak menghiraukan seruan pemerintah AS untuk menghindari produk jaringan dari perusahaan asal China tersebut.

Mengutip dari Gizmochina, Huawei malah kebanjiran kontrak untuk infrastruktur dan jaringan 5G. Tidak hanya satu, bahkan lebih dari 50 negara telah sepakat.

28 dari 50 negara tersebut berasal dari Eropa, yang tidak lain juga aliansi dekat AS. Mereka tetap memilih Huawei sebagai partner dalam jaringan 5G.

Logo Huawei. (Huawei)
Logo Huawei. (Huawei)

 

Bahkan di Juli 2019 ini, Monako telah mengoperasikan jaringan 5G dengan Huawei sebagai suplier infrastruktur dan teknologi.

Sedangkan di Inggris, penyediaan jaringan 5G Huawei masih menjadi perdebatan. Bahkan sampai parlemen Inggris membahasnya secara serius.

Sebelumnya, berkat pertemuan antara Presiden China dan Rusia, perusahaan ini mendapatkan kontrak kerja membangun infrastruktur di negara tersebut.

Karena hubungan yang dekat dengan China, Rusia nampak tidak bermasalah dengan jaringan 5G yang ditawarkan oleh Huawei. Begitu juga dengan sejumlah negara lainnya.

Bahkan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia nampak menghiraukan imbauan pemerintah AS pada masalah keamanan jaringan 5G milik Huawei.

Terkait

Terkini