Selasa, 20 Oktober 2020
Agung Pratnyawan : Senin, 25 Februari 2019 | 15:00 WIB

Hitekno.com - Dalam gelaran Mobile Word Congres (MWC) 2019 di Barcelona, Huawei mengungkap smartphone lipat miliknya. Namun sayangnya, smartphone lipat Huawei Mate X tidak akan dipasarkan ke Amerika Serikat.

Padahal selama MWC 2019 ini, smartphone lipat Huawei Mate X ini menarik perhatian banyak pihak. Apakah Huawei tidak minat dengan pasar AS?

Tidak hadirnya smartphone lipat Huawei Mate X ke pasar AS ini disampaikan sendiri oleh Presiden Divisi Handset Seluler Huawei, Kevin Ho.

Dengan tegas, Kevin Ho mengungkapkan kalau smartphone lipat dengan kemampuan teknologi 5G ini tidak akan tersedia di pasar AS.

Seperti diketahui, hingga saat ini bersitegang antara Huawei dengan pemerintah AS belum mereda. Pemerintah Amerika percaya bahwa pihak berwenang China telah menempatkan Huawei untuk gateway pintu belakang di peralatan telekomunikasi.

Huawei Mate X (YouTube/Huawei Mobile)

 

Pernyataan ini pun telah ditolak mentah-mentah oleh Huawei. Akibatnya, smartphone yang baru-baru dirilis seperti Huawei Mate 20 Pro, tidak tersedia di AS. Spekulasi beredar jika Mate X pun akan mengalami hal yang sama.

Kondisi ini menyebabkan, masyarakat AS yang menginginkan smartphone lipat, hanya bisa mendapatkannya dari Samsung Galaxy Fold. Tentu saja hal tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi Samsung.

Namun, soal teknologi dan infrastrukturnya, tidak bisa dielakkan jika Huawei Mate X sudah menjangkau teknologi 5G. Teknologi ini akan menjadi pembeda yang jelas jika disandingkan dengan Samsung Galaxy Fold.

Tidak sampai di situ, dari sisi harga juga, Huawei menunjukkan keseriusannya dengan kehadiran smartphone lipat Huawei Mate X ini.

Sejak awal, Kevin Ho menegaskan bahwa pabrikan tidak berencana memperkenalkan smartphone berteknologi 5G dengan harga di bawah 1.000 euro atau sekitar Rp 15,95 juta pada tahun ini.

Huawei Mate X. (YouTube/Huawei Mobile)

 

Huawei Mate X menggunakan desain 'Falcon Wing Hinge' yang berarti engsel duduk sedikit tersembunyi ke dalam sasis smartphone.

Itu juga tidak melipat dead-center, seperti buku. Sebagai gantinya, satu sisi smartphone ini memiliki pegangan lengkung yang disambungkan layar kembali.

Ini berarti layar duduk rata ketika dilipat kembali dengan sendirinya. Ini juga memberi Anda pegangan untuk memegang perangkat di satu tangan ketika sedang dalam mode tablet.

Tombol daya terletak di samping dan juga menampung pemindai sidik jari perangkat, yang dapat digunakan untuk membukanya.

Jika tidak harid ke pasar AS, akankah smartphone lipat Huawei Mate X ini hadir secara resmi ke Indonesia? (Suara.com/Dythia Novianty).

BACA SELANJUTNYA

Jangkau Konsumen, HUAWEI Hadirkan High-End Experience Store di Bandung