Minggu, 24 Januari 2021

Sampai Ketergantungan, Ini Alasan Seseorang Kecanduan Smartphone

Ada hubungan antara kecanduan smartphone dan psikologi seseorang lho.

Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia
cloud_download Baca offline
Ilustrasi smartphone. (My Health Recruiter)
Ilustrasi smartphone. (My Health Recruiter)

Hitekno.com - Pertanyaan untuk milenial, apa kamu bisa melakukan kegiatan sehari penuh tanpa menggunakan smartphone? Jawabannya tentu tidak. Smartphone saat ini menjadi kawan terdekat yang membuat penggunanya menjadi kecanduan dan ketergantungan smartphone.

Hal ini karena smartphone sudah dilengkapi dengan berbagai fitur canggih yang membuatmu susah lepas dari perangkat ini. Belum lagi dengan deretan media sosial yang sepertinya sangat sayang untuk kamu lewatkan setiap harinya.

Seluruh aktivitasmu juga bisa dilakukan dengan menggunakan smartphone, dari memesan taksi online, ojek online, hingga memesan makanan.

Menurut laporan pada tahun 2015 menunjukan bahwa rata-rata orang Amerika memeriksa smartphone sebanyak 48 kali dalam sehari.

Ilustrasi smartphone. (Anthill Magazine)
Ilustrasi smartphone. (Anthill Magazine)

 

Untuk rentang usia 18 sampai 24 tahun, memeriksa smartphone bisa dilakukan sebanyak 74 kali dalam sehari.

Itu untuk tahun 2015, bayangkan apa yang terjadi jika penelitian serupa dilakukan pada tahun 2018. Tentu hasilnya akan berbeda dan meningkat.

Sebelumnya, dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Nationwide Building Society's FlexPlus Current Account. sebanyak 58% orang tidak bisa hidup tanpa smartphone dalam satu hari.

Ketergantungan pada perangkat dan teknologi ini yang membuat penelitian terbaru milik Psychonomic Bulletin & Review berusaha mencari tahu mengenai alasan orang kecanduan smartphone.

Penelitian dilakukan pada 91 lulusan S1 perguruan tinggi melalui serangkaian tes kognitif dan kuisioner.

Ilustrasi smartphone. (BestBritishWriter)
Ilustrasi smartphone. (BestBritishWriter)

 

Hal ini dilakukan untuk mengumpulkan data mengenai berapa banyak siswa yang memeriksa smartphone dan mengunggah sesuatu ke media sosial setiap harinya.

Objek penelitian adalah siswa-siswa ini diuji pada kemampuan mereka untuk menunda kepuasan dengan menjawab pertanyaan hipotesis tentang preferensi terhadap menerima sejumlah uang di masa depan atau jumlah yang lebih kecil yang diberikan secara langsung.

Hasil penelitian ini menemukan bahwa orang-orang yang obsesif yang sering memeriksa smartphone akan cenderung menunda kepuasan.

Kecenderungan untuk menolak imbalan ini akan diberikan secara langsung dan kontrol impuls bawah standar berakibat pada meningkatnya penggunaan perangkat elektronik portabel.

Ilustrasi smartphone. (uthscsa)
Ilustrasi smartphone. (uthscsa)

 

Seorang psikolog bernama Henry Wilmer dan Jason Chein dari Temple University percaya bahwa penggunaan smartphone yang terlalu sering merupakan kebiasaan yang berkaitan dengan kontrol impuls dan perilaku, bukan oleh keinginan untuk mengejar hadiah.

Adanya perangkat smartphone yang bisa diakses hanya menggunakan sentuhan jari membuat penelitian ini berkesimpulan bahwa setiap individu memiliki rasa sabar dan impulsif yang berpengaruh pada ketergantungannya menggunakan smartphone.

Kalau kamu, alasanmu ketergantungan dan menjadi kecanduan dengan smartphone apa?

Terkait

Terkini