Sabtu, 24 Oktober 2020
Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia : Jum'at, 22 Juni 2018 | 14:10 WIB

Hitekno.com - Gelaran Piala Dunia 2018 masih berlangsung di Rusia hingga 15 Juli mendatang.

Ajang ini menjadi kesempatan pendukung timnas dari berbagai negara untuk saling bertemu.

Walaupun jelas memiliki tim dukungan yang berbeda, namun tidak ada salahnya untuk membangun hubungan dengan suporter negara lain.

Faktanya, selama satu minggu Piala Dunia 2018 berlangsung, aplikasi kencan online, Tinder mengalami kenaikan yang signifikan di Rusia.

Banyak suporter yang mengunduh aplikasi Tinder ini untuk bertemu dengan orang baru di Rusia.

(Tinder/Sport Bild)

Salah satu dari empat operator telepon seluler terbesar di Rusia, MTS melaporkan bahwa setidaknya terjadi peningkatan sebesar 11 kali lipat dalam penggunaan Tinder setiap harinya di dekat stadion dan zona suporter di kota Moskow, Saint Petersburg, dan Saransk.

Operator lain, Tele2 juga melaporkan bahwa penggunaan aplikasi Tinder meningkat hingga 3,5 kali jika dibandingkan dengan sebelum Piala Dunia digelar.

Tinder ini menemukan data bahwa wanita Rusia menggunakan aplikasi Tinder untuk kencan dengan pria non-Rusia, meskipun hanya untuk menjalin persahabatan, bukan untuk berhubungan romantis.

(Tinder/HuffPost UK)

Sayangnya, tujuan wanita Rusia ini ditantang keras dengan imbauan dari salah satu politikus Rusia, Tamara Pletnyova.

Ia memberi peringatan kepada wanita lokal Rusia untuk tidak bercinta dengan pria non-kulit putih selama Piala Dunia 2018.

Hal ini dilakukan agar perempuan Rusia tidak hamil dan ditinggalkan dengan anak-anak ras campuran.

Menurutnya, hubungan seksual bebas ini adalah hal biasa yang bisa terjadi selama Piala Dunia.

Apalagi ketika seluruh dunia membanjiri kota Rusia yang menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia 2018.

Wah, bisa jadi ajang mencari jodoh juga ya Piala Dunia ini.

Tulisan ini sudah dimuat di Bolatimes.com dengan judul "Aplikasi Kencan Online Meningkat di Rusia Selama Piala Dunia 2018".

BACA SELANJUTNYA

Rusia Ungkap Rekaman Bom Nuklir Paling Dahsyat dalam Sejarah